Kamis, 02 Juni 2011

Bali World Culture Forum: Big Idea from Small Island


Pemerintah daerah Bali lewat Dinas Kebudayaannya akan menggelar Bali World Culture Forum-Bali WCF selama lima hari dari tanggal 11 sampai 15 Juni 2011 ini. Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Ketut Suastika, saat jumpa pers pada (31/5) di Ruang Rapat Disbud Bali, menjelaskan, Bali WCF muncul dari gagasan para tokoh bidang kebudayaan dan pariwisata yang ingin lebih mengenalkan objek wisata serta budaya Bali kepada dunia luar. Pemerintah Bali ingin menciptakan event yang sekelas dengan World Economic Forum.

“Bali World Culture Forum merupakan embrio dari penyelenggaraan Indonesia World Culture Forum pada tahun 2012. Sebenarnya Bapak Presiden sudah menyinggung rencana ini sejak 2008 saat beliau menyampaiakan pidato pada Hari Kebangkitan Nasional. Namun, karena beberapa pertimbangan rencana itu baru akan dilaksanakan pada 2012.” jelas Ketut Suastika.

Gubernur Bali rupanya melihat penyelenggaraan Indonesia World Culture Forum sebagai langkah yang tepat untuk tidak melewatkan momen 2011 guna menyelenggarakan Bali World Culture Forum. Nantinya, diharapkan rumusan yang dihasilkan dalam Bali WCF 2011 dapat memperkaya Indonesia WCF 2012 sehingga hasil yang didapatkan lebih memiliki makna.

Selain itu, acara ini dapat menjadi cerminan bagi Bali untuk melihat semua kekurangan yang dimilikinya dalam mengelola pariwisata serta menjaga budayanya di era globalisasi sebab budaya merupakan salah satu produk pariwisata. “Penting sekali melihat pandangan dunia luar tentang bagaimana seharusnya pengelolaan terhadap kebudayaan. Kita juga ingin mendapat masukan yang lebih banyak melalui kedekatan budaya.” ungkap Ketut Suastika.

Lewat event internasional ini, Bali juga ingin memberikan sumbangan ide dan pikiran pada dunia. Oleh karena itu, tema yang diangkat dalam Bali WCF ini adalah Tri Kaya Parisudha: Morality and Ethics in New Global Culture. Tri Kaya Parisudha sendiri sudah teraktualisasi pada spirit agama dalam aktivitas budaya masyarakat Bali. Bila konsep ini dilaksanakan, tumbuh kehidupan berbudaya sehingga membawa kehidupan ke arah yang harmonis dan damai dalam masyarakat yang heterogen.

Bali World Culture Forum akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, bersamaan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali yang ke 33 pada 10 Juni mendatang di Taman Budaya Art Centre Denpasar, dengan pengaturan jadwal yaitu 2 hari pelaksanaan forum atau conference yang akan dipusatkan di Sanur dan 2 hari kunjungan ke objek sejarah dan budaya di Bali, diantaranya Jatiluwih, Taman Ayun, Pura Tampak Siring, Museum, dan Puri-Puri Bersejarah.

Ketut Suastika menyatakan bahwa ada alasan istimewa kenapa Tampak Siring, Jatiluwih dan Taman Ayun dimasukkan ke dalam jadwal Bali WCF. “Salah satu pembicara dalam forum ini merupakan perwakilan dari UNESCO jadi kita mengharapkan lembaga itu akan bekerja lebih cepat untuk menetapkan ketiga objek tadi sebagai Wolrd Heritage List.” Jelasnya. Penetapan ketiga daerah tadi sebagai Warisan Dunia akan membantu dalam pengembangan objek-objek tersebut sebagai destinasi pariwisata dunia.

Setelah pelaksanaan Bali WCF ini, pemerintah Bali akan membuat action plan untuk benar-benar melaksanakan hasil rumusan dalam forum yang dilaksanakan ini. Pembicara untuk forum ini sendiri merupakan pembicara dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang akan berpartisipasi adalah Gubernur Bali, yang akan membawa topik, ‘Cultural Based Development: Bali’s Experience.’ Pembicara lain diantaranya Jro Wacik, Prof Hubert Gijzen dari UNESCO, serta I Made Bandem. Negara-negara yang sudah menyatakan kesanggupannya untuk hadir dan mengirimkan delegasi diantaranya Italia, Belanda, Prancis, Singapura, Malaysia, Italia, Kanada, Amerika, Jepang, dan Korea. Sampai saat ini, menurut Ketut Suastika, sudah ada 200 lebih peserta yang siap menghadiri Bali World Culture Forum.

Personal comment:
Aku suka sekali pada ide yang terselip dalam penyelenggraan Bali World Culture Forum: memberikan ide besar pada dunia! Padahal, faktanya nih, Bali itu pulau yang kecil banget! Dengan dilaksanakannya even ini, aku berharap masyarakat Bali benar-benar bisa memberikan sesuatu pada dunia. Sehingga, orang bali bisa menjadi orang dengan gagasan besar dan mulia meski tinggal di pulau yang kecil. (^_^)V…

Terus terang, waktu aku ngeliput press conference ini aku sedang tidak enak badan. Tapi waktu mendengar penjelasan tentang Bali WCF, semangatku langsung bangkit. Meski, seusai acara aku lemas lagi…. 

Kamis, 19 Mei 2011

Misiku Tahun Ini


Sudah bulan Mei, bahkan ulang tahunku pun baru saja lewat. Tapi, aku baru sempat menuliskan apa saja misiku buat tahun ini. Semuanya sederhana saja. Apalagi sekarang aku sudah bekerja. Aku jelas ingin meningkatkan kualitasku di bidang yang aku tekuni sekarang.

Terus terang saja, aku terlibat di bidang ini (aku jadi reporter) secara tidak sengaja. Awalnya sih, aku mengalami banyak sekali kesulitan (hal yang wajar apalagi kalau kamu benar-benar baru di suatu bidang dan bidang itu bukan bidang yang kamu pelajari saat masih kuliah). Untungnya, ada banyak banget yang mendukung. Aku sampai hari ini, detik ini, sangat sangat sangat menikmati apa yang aku geluti.

Ternyata dunia jurnalistik begitu menarik. Dan tentu saja, aku harus banyak menulis dan membaca. Dua hal yang paling aku cintai di muka bumi. Aku seperti terbang ke surga setelah selama satu setengah bulan mendiami neraka (ini di tempat yang kerja yang dulu: Universitas Mahendradatta Denpasar – cuma orang bodoh yang tahan kerja disana). Aku bertekad untuk terus mengembangkan keahlianku dan aku ingin menjadikan profesi reporter sebagai identitasku.

Berikutnya, tidak jauh-jauh juga dari dunia tulis menulis dan baca membaca. Aku akan menyelesaikan semua sinopsis yang masih mangkrak di blog-ku – Dunianya Mey. Ada banyak banget sinopsis yang baru setengah jalan. Memang ada sekitar puluhan sinopsis yang masih menunggu untuk diterjemahkan. Aku akan bersabar dan menerjemahkannya satu per satu. Aku tahu, ini mungkin buang-buang waktu.

Kenapa tidak copy saja dari blog lain? Memang ada pikiran kesana. Tapi kalau aku lakukan itu, aku merasa pekerjaanku akan sia-sia. Aku tahu aku tidak akan merasakan nikmati dari pekerjaanku. Makanya aku ingin melakukannya sendiri. Semua yang dilakukan sendiri, rasanya lebih nikmat saat dirasa.

Aku senang waktu orang membaca hasil terjemahanku dan mengatakan mereka semakin mengerti ceritanya. Bukankah itu artinya aku sudah cukup cekatan dalam nenerjemahkan (mata kuliah translation waktu masih di Univresitas sangat aku takuti, apalagi dosennya cukup angker)? Hal lainnya karena aku tidak mau kehilangan kemampuan bahasa inggrisku. Aku punya gelar sastra di bidang bahasa inggris dan rasanya bakal sangat aneh kalau aku lupa bagaimana bicara dan menulis dalam English. So, embarrassing!

Tahun ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan banyak pelajaran yang akan aku dapat. Aku berniat besar akan menyelesaikan misiku itu. Tapi, ada beberapa misi yang tidak dan belum ingin aku bagi disini. Ada banyak banget rencana dalam hidupku….

Jumat, 06 Mei 2011

Bunga Menangis

Bunga itu menangis saat aku dekati
Dia ketakutan karena langit tidak menurunkan hujan
katanya akar-akarnya sudah terluka
Menggali menembus tanah yang keras

Bunga itu bilang pohon-pohon sudah lama mati
Yang tersisa sekarang hanya ranting
Kulit-kulit pohon pun mulai terkelupas
Dan terik matahari tidak bisa dihindari lagi

Banyak rumput yang tumbuh mengelilingi bunga
Tapi mereka tidak lebih tinggi 'tuk melindungi
Mereka bahkan hanya bisa berjanji
Tanpa pernah sekali pun menepati

Sekarang bunga hanya bisa berharap
Langit semoga menurunkan hujan
Kejaiban agar menghampiri pohon-pohon
Dan rumput tidak hanya bisa berjanji saja

Aku dan Impianku

Impianku yang membumbung tinggi
Dicengkram oleh tangannya yang kuat
Mimpiku terbang melambat
Bagaikan balon yang tertusuk duri

Aku berusaha membebaskan impianku
Tapi cengkraman tangannya semakin penuh tenaga
Mungkin kekalahan sudah di depan mata
Aku harus bersiap melihat impianku jadi debu

Tapi... aku sadar
Untuk bebas dari cengkraman tangannya
Aku harus melepaskan impian yang membumbung itu
Karena sebenarnya impianku dan aku merupakan satu jiwa

Sabtu, 30 April 2011

Lima Menit

Hari ini selama lima menit dunia berhenti berputar
Jantungku terasa nyeri
Jari-jari kaki dan tanganku kaku
Aku seperti terjatuh ke jurang

Rasanya dunia tidak adil
Kenapa dia harus raib?
Apa dunia tidak mau menelan orang lain saja?
Dia begitu berharga

Dunia seharusnya menyatukan kami
Kami satu cinta dan satu hati
Kami adalah air yang menyejukkan
Dia dan aku adalah matahari pagi yang hangat

Template by:

Free Blog Templates